HUT ke-31 PLTU Lontar Perkuat Transisi Energi Bersih Lewat Co-Firing Biomassa dan Penanaman Mangrove -->
PASANG IKLAN

HUT ke-31 PLTU Lontar Perkuat Transisi Energi Bersih Lewat Co-Firing Biomassa dan Penanaman Mangrove

Admin
Selasa, 20 Oktober 2026

Penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang menjadi salah satu upaya PLTU Lontar dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir, menjaga keanekaragaman hayati, dan memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dalam rangka HUT ke-31.

TANGERANG, LAPORNEWSS.COM – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31, PLTU Lontar menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih dan pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar pendamping batu bara serta penanaman ribuan bibit mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Tangerang.


Dua inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya PLTU Lontar dalam mengembangkan ekosistem energi hijau yang terintegrasi, sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik. Langkah ini juga sejalan dengan agenda transisi energi nasional dan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam pengelolaan perusahaan.


Sebagai pembangkit listrik dengan kapasitas terpasang 4 x 315 megawatt (MW), PLTU Lontar terus mendorong berbagai inisiatif untuk meningkatkan aspek keberlanjutan operasional. Salah satunya melalui penerapan co-firing biomassa menggunakan sawdust atau serbuk gergaji sebagai bahan bakar pendamping batu bara.


Program co-firing tersebut memanfaatkan biomassa yang berasal dari hasil samping industri pengolahan kayu. Penggunaan bahan bakar alternatif ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi konsumsi batu bara dan mendukung penurunan emisi gas rumah kaca (GRK).


Selain berkontribusi terhadap upaya dekarbonisasi, pemanfaatan biomassa juga berpotensi menekan emisi polutan tertentu, termasuk sulfur oksida (SOx) dan nitrogen oksida (NOx), bergantung pada karakteristik bahan bakar dan kondisi pembakaran. Penggunaan sawdust dengan karakteristik yang sesuai turut mendukung proses pencampuran dan pembakaran agar berjalan optimal tanpa mengesampingkan keandalan unit pembangkit.


Di luar aspek operasional, PLTU Lontar juga memperkuat komitmen pelestarian lingkungan melalui penanaman ribuan bibit mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung pemulihan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan ketahanan lingkungan terhadap dampak perubahan iklim.


Mangrove memiliki peran penting dalam menyerap dan menyimpan karbon, yang dikenal sebagai blue carbon atau karbon biru. Ekosistem ini juga membantu mengurangi risiko abrasi dan erosi pantai serta menyediakan habitat bagi berbagai jenis biota, sehingga berkontribusi terhadap pelestarian keanekaragaman hayati pesisir.


Pengembangan co-firing biomassa dan penanaman mangrove mencerminkan pendekatan keberlanjutan PLTU Lontar yang mencakup aspek operasional pembangkit dan pelestarian lingkungan. Melalui kedua program tersebut, perusahaan berupaya menyelaraskan kebutuhan penyediaan energi listrik dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.


Pelaksanaan program-program tersebut juga menjadi bagian dari penerapan prinsip GCG, yang menekankan transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran dalam pengelolaan perusahaan. Upaya ini sejalan dengan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta agenda dekarbonisasi nasional.


Melalui momentum HUT ke-31, PLTU Lontar menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mendorong praktik operasional yang semakin memperhatikan aspek lingkungan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan ketahanan energi nasional. (hms)