Diduga Asal-Asalan, Proyek Betonisasi Jalan Rp 4,3 Miliar Lebih di Kampung Pasilian Kronjo Disorot -->
PASANG IKLAN

Diduga Asal-Asalan, Proyek Betonisasi Jalan Rp 4,3 Miliar Lebih di Kampung Pasilian Kronjo Disorot

Selasa, 25 Agustus 2026


KABUPATEN TANGERANG, (LN) - Proyek pembangunan jalan betonisasi (BO) di Kampung Pasilian, Desa Pasilian, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi. Hal tersebut hasil Pantauan tim media bersama lembaga, pada Minggu (23/8/2026) dilokasi.

Saat pengecoran berlangsung, kualitas beton terlihat sangat encer dan diduga minim campuran semen dan material lainnya. Yang lebih memprihatinkan, bekisting yang digunakan hanya terbuat dari triplek tipis setebal sekitar 6 cm dengan penyangga balok kayu ukuran 4/6 perbatangnya.

"Ini proyek nilainya fantastis, tapi pengerjaannya seperti ini. Betonnya encer, bekistingnya triplek 6 cm. Ini uang rakyat. Seharusnya kualitas diutamakan, bukan hanya kejar fisik saja," ujar Agus, perwakilan Lembaga KPK Pasundan saat di lokasi.

Hasil pengukuran di lapangan juga menunjukkan ketebalan cor tidak seragam. Dari yang seharusnya sesuai RAB, di lapangan ditemukan ketebalan bervariasi mulai dari 10 cm, 9 cm, bahkan ada yang hanya 6 cm.

Saat dikonfirmasi, Pengawas Lapangan berinisial Roni mengaku tidak mengetahui siapa pelaksana maupun kontraktor proyek tersebut. "Nih saya cuma lihat saja," ujarnya singkat sebelum meninggalkan lokasi dengan mengendarai motor.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Tukang yang enggan menyebut nama. Saat ditanya soal ketebalan, ia justru balik bertanya. "Kan bapak sudah ukur, kenapa tanya lagi. Itu batu kenapa ditumpuk waktu mau ngukur," katanya.

Konsultan proyek yang ditemui di tempat terpisah juga tidak memberikan jawaban jelas. Ia hanya mengatakan "nanti dulu" sambil berpura-pura sibuk menelpon dan kemudian meninggalkan awak media.

Agus selaku perwakilan KPK Pasundan mendesak Dinas terkait di Pemkab Tangerang untuk segera turun dan bertindak tegas terhadap kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. 

"Ini bersumber dari pajak rakyat. Jangan sampai uang miliaran rupiah hanya jadi tameng fisik tanpa kualitas. Kami minta ada evaluasi dan audit," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Tangerang dan kontraktor pelaksana belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut.(Tim)

-