Aktivis Muda Pantura Soroti Proyek Jalan Raya Dadap, Desak Transparansi dan Jaminan Kualitas Pekerjaan -->
PASANG IKLAN

Aktivis Muda Pantura Soroti Proyek Jalan Raya Dadap, Desak Transparansi dan Jaminan Kualitas Pekerjaan

Kamis, 25 Juni 2026


KABUPATEN TANGERANG - Aktivis muda Pantura, Edwin Purnama, melontarkan kritik tajam terhadap pelaksanaan proyek pembangunan jalan raya Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang - Banten. Ia mempertanyakan transparansi pelaksanaan proyek, dampak lalu lintas yang ditimbulkan selama pekerjaan berlangsung, hingga kualitas hasil pekerjaan yang dinilai harus diawasi secara ketat oleh masyarakat dan pemerintah. Kamis (25/6/2026)

Menurut Edwin, pembangunan infrastruktur memang penting untuk mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah. Namun, proyek yang menggunakan anggaran publik tidak boleh berjalan tanpa keterbukaan informasi dan pengawasan yang memadai.

"Jangan sampai masyarakat hanya melihat jalan dibangun, tetapi tidak mengetahui secara jelas berapa nilai proyeknya, siapa pelaksananya, bagaimana spesifikasi teknisnya, dan seperti apa mekanisme pengawasannya. Transparansi adalah hak publik," tegas Edwin 

Ia menyoroti keluhan masyarakat terkait kemacetan dan gangguan aktivitas akibat proses pekerjaan jalan yang berlangsung. Menurutnya, setiap proyek infrastruktur wajib memiliki manajemen rekayasa lalu lintas yang jelas agar tidak menimbulkan kerugian bagi warga maupun pelaku usaha di sekitar lokasi.

"Ketika proyek berlangsung, masyarakat harus mendapatkan informasi yang jelas mengenai pengalihan arus, durasi pekerjaan, hingga langkah-langkah mitigasi kemacetan. Jangan sampai warga menjadi korban dari buruknya perencanaan pelaksanaan proyek," ujarnya.

Selain persoalan lalu lintas, Edwin juga mempertanyakan kualitas pekerjaan yang sedang dikerjakan. Ia meminta instansi terkait memastikan seluruh tahapan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan agar jalan yang dibangun tidak cepat rusak setelah selesai dikerjakan.

"Kami tidak ingin proyek yang baru selesai beberapa bulan kemudian sudah retak, bergelombang, atau rusak. Setiap rupiah uang rakyat harus menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan berumur panjang," katanya.

Edwin menegaskan bahwa pengawasan terhadap proyek jalan bukanlah bentuk penolakan terhadap pembangunan, melainkan upaya untuk memastikan pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga mendorong pemerintah daerah dan kontraktor pelaksana membuka ruang komunikasi dengan warga sehingga setiap keluhan dan masukan dapat ditindaklanjuti secara cepat.

Di wilayah Tangerang, berbagai proyek peningkatan konektivitas jalan selama ini memang diarahkan untuk mengurai kemacetan dan mendukung mobilitas masyarakat. Namun demikian, Edwin menilai keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan, melainkan juga dari kualitas hasil, keterbukaan informasi, dan minimnya dampak negatif yang dirasakan masyarakat selama proses pembangunan.

"Kami akan terus mengawal proyek ini. Pembangunan harus berjalan, tetapi transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pekerjaan tidak boleh dikompromikan," pungkasnya.

Selain itu, Bung Ray Sukari selaku Pemerhati Lokal yang selalu eksis dalam berbagai kegiatan yang berada di wilayah kabupaten Tangerang mengungkapkan hal senada bahwa pekerjaan betonisasi yang saat ini sedang dikerjakan di jalan Raya Dadap Kosambi tersebut terbilang masih kurang profesional, Hal itu terlihat dari alat berat berupa Ekskavator yang diturunkan terlihat 'Batuk batuk' atau kurang maksimal dan kemacetan yang tidak beraturan tidak adanya pengalihan jalan.(Tim)