Pekerjaan Betonisasi Jalan Raya Pakuhaji Diduga Asal asalan, LSM KPK Pasundan Menila Pemborong Hanya Meraup Keuntungan Semata -->
PASANG IKLAN

Pekerjaan Betonisasi Jalan Raya Pakuhaji Diduga Asal asalan, LSM KPK Pasundan Menila Pemborong Hanya Meraup Keuntungan Semata

Rabu, 13 Mei 2026


KABUPATEN TANGERANG, (LN) - Pekerjaan Betonisasi jalan raya Pakuhaji, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang mendapatkan sorotan dari berbagai pihak terlebih dari LSM KPK Pasundan. Hal itu dikarenakan dalam pekerjaan tersebut terkesan Asal asalan, Pasalnya dalam pekerjaan betonisasi BO (beton dasar) cukup terlihat dari ketebalannya yang hanya dua sampai tiga Senti meter. Bahkan ada yang satu setengah Senti meter.

Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Pemantau Kebijakan & Korupsi (LSM KPK) Pasundan menilai bahwa pekerjaan yang di kerjakan oleh CV. Putra Jaya Karta  dengan nominal Rp7.208 miliar bersumber dari APBD 2025–2026 tersebut. Dari hasil pantauan dilapangan menduga  banyak pelanggaran spesifikasi teknis, dan kontraktor dinilai hanya mengejar keuntungan pribadi tanpa peduli kualitas dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Hal itu dikatakan Agus, bahwa dalam pekerjaan tersebut disinyalir dalam pekerjaannya hanya meraup keuntungan yang lebih besar semata dan tidak mengutamakan kualitas pekerjaan yang tertuang dalam RAB. 

Menurut Agus, bahwa dalam pekerjaan betonisasi jalan raya Pakuhaji tersebut dari hasil pengecoran BO (pengecoran dasar) tinggi ketebalannya berpariasi, dari hasil ukur nya saja sudah terlihat mengutiknya. 

Kendati, Dengan mengurangi ketebalan BO/Agregat maka masyarakat serta pengguna jalan lah yang akhirnya jadi korban, karena Lagi lagi akibat pembangunan yang asal asalan tersebut yang terkesan tidak mengedepankan kualitas pekerjaan yang membuat jalan tersebut cepat rusak kembali.

"Ketebalan beton dasarnya saja tidak merata, lapisan dasar tidak dipadatkan sempurna, serta minimnya pengawasan dalam pekerjaan tersebut, serta tidak adanya pelaksana tugas dilapangan".ucap Agus

Ia berharap, Agar Instansi terkait mengecek langsung kelapangan terkait pekerjaan betonisasi jalan tersebut, perihal adanya temuan atau tidak menurutnya tergantung hasil pengawasannya.

"Padahal sudah jelas bahwa pembangunan tersebut bersumber dari pajak rakyat yang dibayarkan," pungkasnya, (Tim)