KABUPATEN TANGERANG, (LN) - Kondisi infrastruktur jalan menuju destinasi wisata pesisir Tanjung Pasir dan Muara Teluknaga, Kabupaten Tangerang, kini berada dalam kondisi kritis. Menjelang puncak arus libur Lebaran 2026,
Sejumlah tokoh masyarakat setempat melontarkan kritik tajam kepada pemerintah daerah dan dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan darurat guna menghindari kecelakaan dan kemacetan total.
Pantauan di lapangan menunjukkan lubang-lubang besar sedalam 10–20 cm menghiasi badan jalan utama. Kondisi ini diperparah dengan minimnya penerangan jalan umum (PJU), yang mengubah jalur wisata ini menjadi "jalur maut" saat malam hari.
Suryadi, salah satu tokoh masyarakat setempat, menegaskan bahwa pembiaran kerusakan jalan ini merupakan bentuk ketidakpedulian terhadap potensi ekonomi lokal dan keselamatan warga.
"Setiap tahun ribuan orang datang ke Tanjung Pasir untuk menyeberang ke Pulau Untung Jawa. Dengan kondisi jalan yang hancur seperti ini, kita bukan menyambut wisatawan, tapi justru mengundang petaka. Jangan tunggu ada korban jiwa baru pemerintah sibuk menambal," ujar Suryadi yang biasa disapa Bang Angger dalam keterangannya, Jumat (06/03/26).
Kawasan pesisir Teluknaga selama ini merupakan destinasi primadona bagi warga Tangerang Raya maupun wisatawan luar daerah. Pada puncak libur hari raya, jumlah pengunjung di kedua lokasi ini diprediksi akan melonjak hingga lebih dari 5.000 orang per hari.
Urgensi perbaikan jalan ini bukan tanpa alasan. Pantai Tanjung Pasir dan Pantai Muara Teluknaga dikenal luas sebagai akses utama (dermaga penyeberangan) menuju Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu.
Selain itu, ancaman ekonomi Pesisir dari sektor UMKM dan pengelola kapal wisata di Tanjung Pasir dan Muara Teluknaga juga dikhawatirkan akan menurun atas akses jalan yang sangat buruk. Padahal, momen Lebaran adalah "panen raya" bagi pelaku usaha kecil di pesisir utara Kabupaten Tangerang.
"Sangat disayangkan jika potensi ekonomi sebesar ini terhambat oleh infrastruktur yang buruk. Pengunjung datang ke sini bukan hanya untuk ke pantai, tapi juga menyeberang ke pulau dan menikmati kuliner. Jika jalannya rusak, citra wisata Kabupaten Tangerang taruhannya," jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang diharapkan tidak hanya fokus pada perbaikan jalan protokol saja, tetapi juga memberikan atensi pada jalur strategis pariwisata yang menjadi wajah daerah di mata wisatawan luar kota. Mengingat estimasi massa yang mencapai ribuan, risiko kecelakaan meningkat berkali-kali lipat saat terjadi kepadatan.
"Pemerintah harus bergerak cepat melakukan perbaikan darurat penambalan atau permanen sebelum masa cuti bersama dimulai. Jangan sampai niat warga untuk bersukacita di hari raya justru berujung musibah atau membuat mereka kapok berkunjung kembali karena trauma dengan akses jalan," tegasnya.(Bel/Red)
